Apakah Pertamax Campur Pertalite Bisa Membantu Menjaga Performa Mesin? Cek Fakta Sebenarnya !

0 Comments
Apakah Pertamax Campur Pertalite Bisa Membantu Menjaga Performa Mesin? Cek Fakta Sebenarnya !

Bahan bakar nonsubsidi, harganya memang tidak bisa dibilang murah. Padahal sangat penting bagi pemilik kendaraan menggunakan bahan bakar berkualitas guna menjaga performa mesin tetap jos.

Karena itu, pada akhirnya banyak orang yang mencampurkan bahan bakar beroktan tinggi dengan bahan bakar beroktan rendah, contohnya mencampurkan Pertamax dengan Pertalite. Tujuannya adalah agar mesin tetap jos performanya namun dengan harga yang relatif murah.

Lantas, apakah benar Pertamax campur Pertalite bisa membantu menjaga performa mesin? Simak penjelasan berikut ini !

Mencampurkan Pertamax Dengan Pertalite Bisa Menurunkan Kualitas Bahan Bakar

Mencampurkan bahan bakar dengan kadar oktan yang berbeda justru bisa mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Hal itu terjadi karena kualitas bahan bakar akan menurun jauh saat dicampurkan.

Contohnya, bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi (92) justru hilang dan akan berubah menjadi oktan yang lebih rendah (90), sehingga membuat proses pembakaran jadi tidak sempurna, dan alhasil konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros.

Menimbulkan Kerak Pada Mesin

Antara Pertamax dan Pertalite jelas – jelas merupakan jenis bahan bakar yang berbeda. Terlebih lagi jenis Pertamax telah dilengkapi dengan zat aditif khusus bernama EcoSave. Fungsi zat tersebut adalah untuk menjaga kebersihan mesin agar bebas kerak.

Namun, zad aditif tersebut akan hilang secara otomatis saat Pertamax dicampurkan dengan Pertalite, sehingga mengakibatkan kebersihan mesin jadi tidak terjaga.

Jika pencampuran bahan bakar dengan oktan yang berbeda dilakukan terus menerus dalam jangka waktu lama, maka akan mengakibatkan performa mesin semakin menurun dan menggelitik karena terbentuknya kerak dibagian dalam mesin. Selain itu, kamu juga harus bersiap – siap mengeluarkan budget lebih untuk pembersihan mesin mobil agar performanya bisa kembali seperti sediakala.

Namun bagi kamu pemilik mobil produksi terbaru, tak perlu khawatir karena mesin pada mobil terbaru tersebut sudah dilengkapi dengan fitur knocking sensor. Fitur tersebut bisa segera memberikan peringatan saat kadar BBM sudah berada dibawah ketentuan. Jika kendaraan kamu menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan lebih rendah dibawah standar, maka otomatis indikator sensor akan menyala.

Lantas, bagaimana jika masih menggunakan mobil atau motor lama yang masih jarang memiliki sensor tersebut? Tentunya tidak akan ada peringatan sama sekali.

Menggunakan BBM Sesuai Rekomendasi

Sebaiknya menggunakan BBM sesuai dengan kadar oktan yang sudah direkomendasikan oleh setiap pabrikan otomotif. Sebab, setiap mesin pada dasarnya sudah diciptakan untuk menggunakan jenis bahan bakar tertentu, bukan untuk dicampurkan.

Hal itu sangat penting dilakukan agar proses pembakaran terjadi lebih efektif dan bisa membuat performa kendaraan jadi semakin meningkat. Jika kendaraan kamu seharusnya menggunakan bahan bakar jenis Pertamax atau Pertamax Turbo, maka jangan pernah coba – coba menggunakan Pertalite.

Kesimpulannya adalah sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan untuk selalu menjaga performa mesin kendaraannya. Cara paling mudah yaitu dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan standar pabrikan. Mencampurkan Pertamax dengan Pertalite sangat tidak dianjurkan karena efek jangka panjangnya dapat membahayakan jika dilakukan secara terus – menerus.

Namun, jika baru sekali atau dua kali terpaksa menggunakan Pertamax karena tidak ada Pertalite, maka tidak perlu khawatir karena efek samping yang akan dirasakan hanya sebatas tidak akan mendapatkan kelebihan dari Pertamax saja. Sebab, kelebihan Pertamax akan hilang setelah dicampurkan dengan Pertalite.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *